Gilireng, — SMKN 3 Wajo melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) sebagai salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah, tetapi juga merupakan bentuk nyata komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan mengusung tema “Transformasi Guru SMK Negeri 3 Wajo dengan Inovasi Tanpa Batas: Penerapan Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Canva dalam Proses Pembelajaran”, kegiatan IHT tahun ini menghadirkan semangat baru bagi guru-guru untuk terus berkembang. Tema tersebut dipilih karena selaras dengan tuntutan zaman, di mana teknologi digital, kecerdasan buatan, dan kreativitas visual sudah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Soppeng, Wajo, dan Sidrap, yang memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran beliau menjadi wujud nyata dukungan dari Dinas Pendidikan dalam mendorong transformasi pembelajaran di SMKN 3 Wajo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya guru-guru untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus produktif.
Melalui IHT ini, guru-guru SMKN 3 Wajo mendapatkan pembekalan tentang berbagai pendekatan pembelajaran modern, di antaranya:
Penerapan Koding (Coding) – Guru diajak untuk memahami dasar-dasar logika pemrograman, sehingga dapat memperkenalkan keterampilan abad 21 kepada siswa secara praktis dan menyenangkan.
Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) – Teknologi AI diperkenalkan sebagai sarana untuk mendukung proses belajar, mulai dari pembuatan bahan ajar, analisis pembelajaran, hingga pengembangan media interaktif.
Pemanfaatan Canva – Aplikasi desain grafis sederhana ini digunakan untuk memperkaya presentasi, membuat bahan ajar menarik, hingga mendukung kreativitas siswa dalam mengekspresikan ide.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif, praktik langsung, hingga sesi berbagi pengalaman antar guru menjadi bagian dari dinamika IHT. Dengan suasana yang penuh semangat, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kolaborasi di antara tenaga pendidik.
Kepala SMKN 3 Wajo dalam keterangannya menyampaikan bahwa IHT merupakan bagian dari program pengembangan sekolah yang berkelanjutan. “Kami ingin guru-guru di SMKN 3 Wajo siap menghadapi tantangan zaman, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan bisa menjadi fasilitator yang kreatif dalam proses belajar. Dengan begitu, siswa kita akan lebih siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan setiap guru dapat membawa pulang ilmu baru, ide-ide segar, serta motivasi untuk terus melakukan inovasi dalam kelas masing-masing. Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana mencetak generasi yang mandiri, kritis, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
SMKN 3 Wajo percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan guru adalah kunci utama dalam mewujudkannya. Oleh karena itu, kegiatan IHT ini bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah langkah nyata untuk mengokohkan peran guru sebagai agen perubahan.
Dengan berakhirnya kegiatan In House Training, SMKN 3 Wajo semakin optimis melangkah ke depan. Transformasi yang digerakkan melalui inovasi tanpa batas ini diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran unggul, sekaligus melahirkan lulusan yang siap bersaing di era digital.
SMKN 3 Wajo — Melangkah bersama, bertransformasi tanpa batas, menuju pendidikan yang berkualitas dan bermutu.
Tinggalkan Komentar