SMKN 3 Wajo berpartisipasi dalam Latihan Gabungan (LATGAB) Palang Merah Remaja (PMR) Se-Kabupaten Wajo yang diselenggarakan di Desa Pasaka, Kecamatan Sabbangparu. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 Oktober 2024 ini diikuti oleh 14 anggota PMR Wira dari SMKN 3 Wajo, yang terdiri dari siswa-siswi kelas X dan XI.
LATGAB ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian PMI Kabupaten Wajo, Ir. Sudirman Meru. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembinaan karakter dan keterampilan generasi muda, terutama dalam bidang kemanusiaan. “Melalui LATGAB ini, diharapkan para anggota PMR mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menolong sesama di situasi darurat,” ujar Ir. Sudirman Meru dalam acara pembukaan.

Selama kegiatan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai pelatihan praktis, salah satunya adalah simulasi pertolongan pertama. Dalam simulasi ini, peserta dilatih cara menangani situasi darurat seperti pendarahan, patah tulang, dan korban pingsan. Mereka belajar menggunakan peralatan pertolongan pertama secara tepat, serta memahami langkah-langkah penanganan yang cepat dan efektif. Simulasi ini memberikan pengalaman praktis yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan para anggota PMR dalam menolong korban di lapangan.
Selain itu, para peserta juga diberi pelatihan teknik sederhana memadamkan api yang dipandu oleh Tim Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Wajo. Dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti karung basah dan alat pemadam api ringan (APAR), peserta mendapatkan pengalaman berharga dalam menangani situasi darurat kebakaran. Kegiatan ini sangat berguna untuk menambah wawasan dan keterampilan mereka dalam menghadapi keadaan darurat sehari-hari.

Di malam hari, selama dua malam berturut-turut, diadakan kegiatan unjuk bakat di mana para peserta dari berbagai sekolah menunjukkan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk seni seperti tari, musik, drama, dan puisi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat hubungan antar peserta dan meningkatkan kebersamaan di antara mereka.
Para pembina PMR dari masing-masing sekolah, termasuk SMKN 3 Wajo, juga mengikuti orientasi pembina yang bertujuan untuk memperkuat peran mereka dalam membina dan mendampingi anggota PMR. Materi yang disampaikan mencakup manajemen kegiatan PMR, strategi pengembangan keterampilan, dan teknik fasilitasi yang efektif.
LATGAB ini ditutup dengan resmi oleh Ketua Harian PMI Kabupaten Wajo, Ir. Sudirman Meru, yang memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia atas kerja keras dan antusiasme mereka. “Pengalaman yang kalian dapatkan di LATGAB ini diharapkan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan,” ujar Ir. Sudirman dalam acara penutupan.

Partisipasi SMKN 3 Wajo dalam LATGAB PMR ini diharapkan dapat menjadi modal penting bagi siswa-siswi dalam meningkatkan keterampilan pertolongan pertama, kebencanaan, dan keterampilan sosial. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial yang kuat di kalangan generasi muda.
Tinggalkan Komentar